PUTRI KANCIL YANG SOMBONG
Di sebuah istana yang megah tinggalah sebuah keluarga kerajaan yang bahagia. Kerajaan tersebut dipimpin oleh seekor kancil yang bernama Hang Arwana. Hang Arwana memiliki istri yang cantik parasnya yaitu Dang Shinta. Hang Arwana dan Dang Shinta dikaruniai anak yang bernama Putri Cika. Putri Cika sangat cantik layaknya seperti ibunya, tetapi dibalik kecantikannya Sang Putri memiliki sifat tercela yaitu sombong. Berbeda dengan Hang Arwana dan Dang Shinta yang memiliki sifat bijaksana dan penolong. Selain itu Hang Arwana memiliki pengawal yang amanah yaitu Si tupai. Hang Arwana juga memiliki rakyat yang senang bekerja sama.
Pada suatu hari Hang Arwana memiliki rencana untuk pergi ke pulau sebrang dan Hang Arwana juga ingin mengajak seluruh keluarga kerajaan dan rakyatnya. Maka Hang Arwana dan Dang Shinta melakukan pertemuan.
"Wahai seluruh rakyatku, berkumpullah kalian di halaman istana, karena aku akan melaukan perjalanan!" ujar Hang Arwana.
Setelah Hang Arwana mengumumkan berita tersebut, maka seluruh rakyat bergegas berkumpul di halaman. Lalu Sang Hang Arwana dan Dang Shinta menyampaikan rencananya.
"Rakyatku, kami seluruh keluarga kerajaan memiliki rencana, yaitu kita akan pergi ke pulau sebrang." ucap Hang Arwana.
Seluruh rakyat pun bersorak gembira. Tetapi tiba-tiba Putri Cika marah.
"Apa.....! pergi ke pulau sebrang?! Disana katanya pulaunya tidak terurus, dan rakyatnya kotor dan kumal!!!"marah Putri.
"Maka dari itu, Ibu dan Ayah akan membantu rakyat yang kesusahan." Jelas Dang Shinta.
"Buat apa? kita kan kaya, lagipula rakyat kerajaan ini bahagia." tanya Putri Cika
"Nak..... kita harus bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, karena kita diberi kemudahan untuk hidup." jelas Hang Arwana.
"Pokoknya, aku tidak mau kesana!!!" geram Putri Cika (sambil berlari menuju kamarnya)
Kemudian Hang Arwana dibantu pengawal mempersiapkan segalanya. Mulai dari makanan, kebutuhan, alat transportasi dan lain lain. Para rakyat pun akan bekerja keras untuk memenuhi segalanya.
Hang Arwana membagi tugas untuk para keluarga rakyatnya, seperti Kaum semut bertugas menyiapkan makanan, kaum kerbau membuat alat transportasi , dan sebagainya.
Bulan bulan pun berlalu akhirnya keluarga kerajaan beserta rakyatnya selesai menyiapkan segalanya, tetapi Putri Cika tetap keras kepala tidak mau ikut. Akhirnya Hang Arwana dan Dang Shinta membujuk putrinya. Dengan sangat berat hati dan terpaksa, akhirnya Putri Cika ikut pergi.
Kemudian keluarga kerajaan beserta seluruh rakyat berangkat ke pulau sebrang. Sesampainya disana, mereka sangat terkejut melihat keadaan pulau tersebut sangat tidak terurus. Hang Arwana beserta rakyatnya masuk ke pulau itu. Mereka melihat pemimpin pulau tersebut, bernama Sri Baginda Raja Sulaiman. Dia adalah seekor singa yang tampan. Sri Baginda Raja Sulaman beserta rakyatnya tampak kelaparan.
"Hai Sri Baginda, maukah kamu menerima bantuan kami, kami ada sebagian makanan." ajak Hang Arwana.
"Aku, mewakili rakyat mengucapkan banyak terima kasih atas segala bantuanmu." ujar Sri Baginda (sambil menerima)
Lalu Komandan semut dibantu umatnya memberikan makanannya.
Tampak raut wajah Putri Cika bosan. Tanpa disadari Putri hilang dari rombongan.
"Hang Arwana, Putri Cika hilang!!!" kata kura kura panik.
"Apaa?!! Putriku menghilang?!!" kaget Dang Shinta.
Lalu Hang Arwana memerintah kaum kuda untuk mencari Putri Cika..
"Perhatian! untuk kaum kuda seluruhnya mencari Putri Cika!!" tegas Hang Arwana.
"Siap Hang!" ujar komandan kuda.
Lalu keluarga kerajaan dan rakyatnya berjalan jauh. Sri Baginda memberikan pendapa untuk Hang Arwana beristirahat.
Hari berganti larut malam. Dang Shinta dan Hang Kancil Arwana cemas. Lalu Sri Baginda Raja Sulaiman menenangkan Hang Kancil Arwana dan Dang Kancil Shinta.
"Seluruhnya yang ada di pendapa marilah kita berdoa kepada (Hyang) Ganesha agar putriku cepat ditemukan" ujar Hang Arwana.
"Amin......" serentak semuanya.
Keesokan harinya, kaum kuda beserta umatnya pulang ke pendapa. Kaum kuda mengabarkan bahwa Putri Cika tidak ditemukan . Hang Kancil sangat terkejut mendengar berita tersebut. Kemudian kaum singa mempunya inisiatif
"Para umatku, bagaimana jika kita mencari Putri Cika?" ujar komandan kaum singa.
"Setuju komandan." ucap salah satu kaum singa.
Tak lama kemudian, kaum singa berlari sekencang kencangnya untuk mencari putri Cika. Tiba tiba si Komandan singa mendengar peluru tembakan. Tak jauh dari situ singa melihat jasad Putri Cika. Lalu jasad Putri Cika dibawa ke pendapa. Semua yang ada di pendapa sangat terkejut.
"Putriku tewas?!!" kaget Dang Shinta.
"Iya Baginda, tadi di tepi danau kami menemukan jasad Putri Cika" kata si Singa.
Seluruh rakyat Hang Arwana dan Sri Baginda terpukul melihat kepergian Putri Cika. Sri Baginda mengucapkan bela sungkawa. Jasad Putri Cika di makamkan di tepi danau.
Satu minggu kemudian keluarga kerajaan bersiap siap untuk pulang ke pulau asalnya.
"Sri Baginda, kami pulang dahulu, jika engkau membutuhkan bantuanku datanglah ke kerajaanku." ajak Hang Kancil Arwana.
"Terima kasih banyak Hang Arwana, kami akan selalub mengenang jasa kalian. Kalian juga jangan sungkan meminta bantuanku." kata Sri Baginda.
"Sama sama, kami pulang dahulu." ujar Hang Arwana.
Setelah Putri Kancil Cika pergi meninggalkan kerajaan untuk selama-lamanya, suasana kerajaan sepi. Tetapi Hang Arwana dan Dang Shinta akan selalu mengingat putrinya. :)
THANK YOU FOR READING :)
mantap, bagus tuh kal :)
BalasHapusWah menginsiprasi sekali 👍👌
BalasHapusBaik sekali 😁
BalasHapusMANTOEEL kal!1!1!1!
BalasHapusGood joob,😉
BalasHapusKeren
BalasHapusKreatif
BalasHapuskereen!
BalasHapusWow baguss
BalasHapusKreatif banget 👍
BalasHapusMenarik
BalasHapus👌
BalasHapusKerrreeenn!!!
BalasHapusceritanya menarik
BalasHapusmantap(pelangi)
BalasHapusbagus(Nayla)
BalasHapusBagus pisan atuh
BalasHapusbagus(Nayla)
BalasHapusbagusss
BalasHapusWihh.. Bagus... (alifiasyifadjajadi.blogspot.com)
BalasHapusAmat bagus
BalasHapusNice bagus ceritanya
BalasHapusMenarik
BalasHapusGood
BalasHapusGood job girls
BalasHapusNice good
BalasHapus